Hamzah Izzulhaq -> PENGUSAHA BIMBEL YANG SUKSES MUDA DAN EASY GOING

Hamzah Izzulhaq kelahiran 26 April 1993, yang lahir sebagai enterepreneur. Dia termasuk penguasaha muda yang menarik perhatian media. Karena memiliki sikap yang easy going, lugas dan mudah akrab, membuatnya mudah dikenali oleh kalangan masyarakat. Dan dari kisahnya banyak pemuda di penjuru Indonesia terinspirasi.

 Hamzah mampu meyakinkan kita bahwa dia seorang yang berani mengambil resiko tinggi, karena benar-benar barani mengambil kegagalan diawal. Dengan kemampuan yang dia miliki, sekarang dia sudah memiliki 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofabed di Tangerang.

 Dia bukanlah keluarga dari orang tua yang tidak mampu dan merupakan anak yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya merupakan dosen di Universitas Gunadarma, beliau yakin bahwa anaknya bukanlah tipe orang yang pemalas, melainkan tipe orang yang mandiri. Dimulai dari sekolah dasar, Hamzah mulai mencari uangnya sendiri dari mengamen, hingga ojek payung. Dia juga bahkan menjadi seorang tukang parkir.

 Dimulai tahun 2004, disaat sebuah seminar bisnis membuka mata Hamzah dengan sebuah bisnis Bimbel. Itu menjadi panggilan tersendiri untuknya. Diapun mencoba bertanya tentang cara kerja bisnis bimbel ini. Dari seminar bimbel, dia benar-benar menginginkan bimbelnya sendiri. Tak ayal dengan pasti, dia meminjam uang 70 juta dari ayahnya tanpa ragu untuk sebuah bisnis. Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu, karena dia pernah membuka bisnis pembuatan pin hingga mematahkan alatnya. Tetapi Hamzah terus meyakinkan ayah dan ibunya merupakan jalan kesuksesannya.

 Dia langsung menghubungi pembicara seminar untuk lebih lanjut ketika sudah mendapatkan izin dari orangtuanya. Dia mempelajari dunia marketing, keuangan dan prospek dengan serius karena dia benar-benar ingin menekuni bisnis bimbelnya ini. Hasil dari pembelajaran yang serius adalah dia menerima bimbel tersebut dan sekarang menjadi 44 cabang. Dia mengambil alih system, semua pengajar dan utangnya. Ini tantangan tersendiri, berbeda dengan memulai dari nol, ia harus menjaga semuanya agar tetap stabil diawal-awal tahun. Dia harus memastikan dengan cara datang ke tempat bimbel lalu berdiskusi bersama para pengajarnya.

 Dia bisa diibaratkan seperti mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah harus membayar mahal serta belajar keras mengikuti alur. Dengan kemampuan menganalisanya, dia yakin melawan rasa takutnya akan kerugian. Dia berhasil mengembangkan usaha bimbel hingga 44 cabang. Berapa yang dia dapat ? 730 juta pertahun, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk pemuda 21 tahun.

 Tidak puas dengan bisnis bimbelnya, Hamzah merambah di dunia sofabed dari mengambil usaha orang lain. Cara yang hampir sama dengan bimbelnya, mungkin juga bakatnya untuk mengambil bisnis. Dengan pengalamannya mengelola bimbel, dia memiliki kepercayaan tinggi untuk mengelola usaha barunya. Tak ayal, dari bisnis sofabed berkembang dengan baik walau cukup tersendat diawal.

 Seorang pengusaha yang sukses pastilah Hamzah memiliki beberapa prinsip yang dia terapkan dalam kehidupannya dan prinsip tersebut dapat kita contoh sebagai alat motivasi kita.

 Pertama, memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan, karena lingkungan membangun karakter menjadi seorang enterepreneur. Mungkin kita akan menemukan kata “ah, ngapain sih bisnis?”, “sok tua lu, hidup aja dulu”. Hamzah menekankan kita jika berteman dengan orang pesimis seperti ini, maka kita akan ikut pesimis.

 Kedua, bagi anda yang ingin memulai bisnis, jangan memulai dari nol. Dia mengatakan “kalau istilah tangga, ada tangga 1-5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau 5. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha orang lain.

 Ketiga, jangan pernah jadi orang NATO (No Action Talk Only). Jika punya keyakinan, kita harus bisa memperjuangkannya, kita membutuhkan action yang cepat. Hamzah meyakinkan bahwa usaha tanpa action sama saja berbohong kepada semuanya.

 Keempat, perbaiki hubungan dengan orang tua dan Tuhan. Orang tua akan mendoakan kita yang terbaik hingga mencapai kesuksesan. Sedangkan, ketika dekat dengan Tuhan maka kita tidak akan terjebak kesombongan setelah menjadi sukses.

 Kelima, ingatlah kepada sesama. Kita tidak boleh lupa power of giving, bersedekah akan membantu menjadi pengusaha sukses. Janganlah kita melihat siapa yang bicara tetapi isi yang dibicarakannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by SQN community | UD. Pisang Ongol - Ongol | Made in Indonesia