Victor Giovan "Teh Kempot"

Dialah Victor Giovan 18 Tahun, pengusaha mudah sudah punya puluhan karyawan. Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba. Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit. Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya.

Usia muda bukanlah penghalang seseorang untuk menjadi pengusaha sukses. Victor Giovan Raihan asal kota Malang yang masih berusia 18 tahun telah membuktikannya. Dengan mengusung nama “Teh Kempot”, bisnis minuman teh cepat saji yang dirintisnya mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Berawal dari keisengan Victor meracik teh yang dicampur dengan susu fermentasi, ternyata hasilnya diminati banyak orang.

Lalu kenapa Victor tertarik dengan bisnis minuman cepat saji? Karena menurutnya, perkembangan bisnis tersebut sangat bagus dan memiliki prospek jangka panjang. Saat haus, orang pasti akan mencari minuman yang enak, serta mempunyai rasa yang berbeda dengan minuman lainnya. Selain itu, dilihat dari cara pembuatan, Victor mengatakan tidak terlalu sulit untuk membuat aneka minuman cepat saji. Bahan-bahannya mudah didapat, dan yang paling penting keuntungan yang diraih cukup besar. Untuk memulai bisnisnya, Victor mengeluarkan modal 3 juta yang berasal dari pinjaman orang tua.

Pertama Victor membuka 1 outlet, lalu berkembang dan setelah mempunyai beberapa outlet, Victor bisa mengantongi penghasilan paling sedikit Rp 2 juta per bulan dari 1 outlet miliknya. “Biasanya kalau sedang ramai, 1 outlet bisa lebih dari 2jt,” kata Victor.

Awal mula kata “Kempot” yaitu ketika Victor terinspirasi dari cara orang saat minum teh menggunakan sedotan. Bila sedang haus, konsumen akan menyedot sampai pipinya kempot. Victor sampai saat ini telah membuka 10 outlet yang diurusnya sendiri, dan 17 outlet lain yang merupakan hasil kerjasama dengan mitranya. Victor menjelaskan, jika ada yang tertarik untuk bekerja sama di bisnisnya, cukup membayar Rp 3,5 juta, sudah menerima 1 gerobak ditambah 100 cup gelas kemasan dan alat masak. Sementara ini, mitra kerjasamanya paling banyak di Malang, dua mitra yang lain di Palembang dan Jakarta.

Orang tua Victor mendukung penuh apa yang dilakukan putranya. Mereka percaya, dengan membuka usaha sendiri, dapat melatih Victor menjadi pribadi mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Victor mengaku, dalam sehari jumlah daun teh kering yang dibutuhkan untuk produksi mencapai 20 kg, kurang lebih sekitar 70 gelas, dan menghabiskan 4 kg gula sehari per outlet.

Harapan Victor, di tahun depan bisa membuka outlet baru supaya keuntungan yang dihasilkan dari bisnisnya bertambah. Mengenai masalah dana untuk memperluas bisnis teh cepat sajinya, Victor enggan meminjam bank atau kredit, karena menurut dia dengan modal pribadi dan pinjaman orangtua sudah lebih dari cukup.



-- Peluang Bisnis Pisang Goreng Kremes Dan Crispy --

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by SQN community | UD. Pisang Ongol - Ongol | Made in Indonesia