Masa Depan Bisnis Franchise

Berbagai kategori bisnis franchise luar negeri yang sukses di negeri asalnya, masih menunggu listing untuk dibawa ke tanah air. Misalnya, di kategori otomotif, berbagaijenis usaha belum ditarik ke Indonesia. Sebut saja bisnis sparepart, yang di luar negeri sukses belum ada peminat dalam negeri yang membidiknya untuk dicobakan peruntungannya di pasar dalam negeri.

waralaba pisang
Peluang Bisnis Waralaba Pisang Goreng Kremes dan Crispy

Di kategori bidang usaha ini, ada juga bisnis luar negeri yang mengkhususkan pada produk atau jasa layanan seperti muffler & brake repair. Lalu  paint & body painting atau radiator service. Jenis-jenis bidang usaha di kategori otomotif ini belum ada yang dibawa dari luar negeri. Jika mengacu ke sejumlah populasi kendaraan di Indonesia, sudah pasti pasarnya sangat besar.

Di kategori lain, seperti di business service, kategori bisnis seperti collection, commercial cleaning, staffing, mail/shipping/packaging belum ada yang ditarik dari luar negeri untuk dibawa ke Indonesia.

Di kategori food, juga masih banyak bisnis yang di luar negeri sukses, tetapi belum ditarik masuk ke Indonesia seperti toko candy/snack, juice bar, seafood, tea dan berbagai kategori lainnya.

Memang, sebagian dari kategori bisnis itu ad yang sudah dikembangkan oleh enterpreneur lokal. Tapi sebagian besar masih kosong, alias belum ada yang menggarapnya. Bisnis-bisnis tersebut bisa jadi peluang bagus bagi para peminat atau master franchise yang ingin mengembangkannya di Indonesia. Setidaknya, pasar luar negeri sudah lebih dahulu  memiliki pengalaman untuk mengembangkan jenis-jenis usaha seperti itu.

Di kategori bisnis yang menggarap pasar anak-anak juga banyak yang belum ditarik ke dalam negeri. Nampaknya, pasar luar negeri jauh lebih kreatif. Sehingga varian yang lebih segmented sudah berkembang di sana. Di Indonesia sendiri, pasar sebenarnya sudah terfragmentasi pada segmen-segmen tertentu. Jika digeluti atau menarik bisnis dari luar negeri yang memang membidik segmen tertentu, bisa jadi ke depan malah lebih berkembang. Barangkali, tinggal tunggu waktu saja, bisnis franchise yang belum masuk itu akan berkembang di Indonesia juga. Istilahnya, siapa cepat dia dapat.

Peluang Bisnis Waralaba Pisang Goreng Kremes dan Crispy





waralaba pisang

Apa Saja yang Bisa Di Franchisee' kan



waralaba pisang
Peluang Bisnis Waralaba Pisang Goreng Kremes dan Crispy
Di Indonesia, sebenarnya banyak usaha yang mempunyai potensi besar dan dapat dikembangkan menjadi konsep franchise. Hal itu dilihat dari fenomena yang ada, di mana banyak para enterpreneur yang memiliki ide-ide kreatif dalam membuat produk dan mengembangkan usahanya. Belum lagi fakta menunjukkan, populasi masyarakat Indonesia yang besar menjadikan usaha dengan sistem waralaba untuk mempercepat perluasan jaringan menjadi keuntungan tersendiri.

Harus diakui, beberapa tahun terakhir ini sudah terjadi euforia franchise, dimana banyak orang yang mengambil kesempatan untuk berusaha dan kemudian mengembangkannya dengan sistem waralaba. Sayangnya, banyak franchisor yang kurang mempersiapkan diri secara matang sehingga muncul komplain-komplain dari para franchisee. Penyebabnya, karena franchisor tidak mendalami manajemen franchisenya sendiri.

Terlepas dari itu, franchising menjadi salah satu jalan bagi pengusaha untuk mengembangkan jaringannya secara cepat. Tentu saja, sebuah bisnis harus bisa langgeng, sehingga berbagai kemungkinan yang bisa merugikan usaha dan juga franchisee harus dipersiapkan secara matang sejak dini. Sejauh ini sebagian kalangan memilih sistem franchise untuk ekspansi usahanya karena jalan ini bisa lebih agresif karena menggunakan modal orang lain. Artinya, berkolaborasi secara bersama-sama antara franchisor dan franchiseenya.

Syarat untuk memfranchisekan tidak sulit. Sebuah usaha bisa difranchisekan antara lain harus proven, punya uniqueness, mudah distandarisasikan dan transferable atau bisa diajarkan. Selama memiliki empat kriteria ini, maka kemungkinan besar usaha itu bisa difranchisekan. Sekarang ini, banyak bisnis-bisnis yang maju yang sebenarnya bisa difranchisekan, tetapi pemiliknya memilih untuk tidak dikembangkan dengan sistem waralaba. Sebagian berpikir terlalu beresiko jika dilepas ke orang lain. Mereka mengakui secara keuntungan bisa didapat melalui pola waralaba, tetapi image merek usaha bisa menjadi kendala.

Sah-sah saja mereka berpandangan seperti itu. Yang jelas, banyak pemilik usaha yang berkembang dengan menggunakan sistem waralaba. Bahkan mendapat keuntungan dari ide-ide para franchiseenya untuk mengembangkan produk. Lalu, selama franchisor itu mampu memanage usahanya, bisnis yang dikembangkan dengan menyertakan franchisee itu bisa langgeng pula. Soal tantangan dan resiko, sudah menjadi sifat bisnis dengan pola dan cara apapun.

Lalu, bisnis apa saja yang bisa dikembangkan dengan sistem wralaba? Semua bisnis pada hakekatnya bisa difranchisekan. Untuk melakukan ini, pemilik bisnis harus punya kemampuan manajemen dan kemampuan marketing. Karena dengan dua hal ini, bisnis bisa berjalan, terkontrol, dan bisa diterima pasar.

Bahkan, termasuk rumah sakitpun, bisa diwaralabakan. Hanya saja, rumah sakit itu harus bisa disederhanakan. Karena kunci sebuah bisnis waralaba harus bisa ditiru oleh franchisee. Jika tidak sederhana, dan terlalu complicated, susah ditirunya. Faktanya, sejauh ini rumah sakit, memang masih sulit diwaralabakan, karena terlalu complicated dan tidak mudah diduplikasi. Jika mau dalam bentuk klinik gigi atau yang lebih sederhana, maka bisa difranchisekan. Karena mudah diduplikasi.

Begitupun bisnis yang lazim ditemukan, seperti restoran misalnya. Untuk dikembangkan menjadi usaha franchise, bisnis tersebut harus bisa disederhanakan terlebih dahulu. Pemiliknya harus menyeleksi beberapa produk yang memang menjadi favorit dan fast seller saja yang nanti ia jual dalam gerai franchiseenya. Jika awalnya restoran tersebut memiliki 30 item produk, franchisor harus menyeleksi dan mempertahankan 11-12 item produk saja yang nantinya akan dijadikan daftr menu. Jumlah itu diambil dari produk-produk unggulannya saja. Dengan demikian, franchisee tidak sulit dan tidak membingungkan dalam mengoperasikan usahanya itu.

Tengok saja, beberapa restoran franchise luar negeri. Mereka hanya mengandalkan belasan produk saja yang dijual dalam gerainya. McD dan KFC misalnya, produk yang terdapat di dalam daftar menu di dinding depan dapurnya sangat sederhana dan tidak banyak. Oleh karenanya resto-resto ini disebut fastfood, artinya menu yang siap dan cepat disajikan secara sederhana dan tidak rumit cara memasaknya.

Jadi bisnis franchise sebenarnya bisa menjadi jalan bagi sejumlah enterpreneur yang mau kreatif untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Asal mau kreatif dan membuktikan bahwa bisnisnya itu bisa berjalan dan produknya memiliki keunikan, jalan sukses dengan franchise bisa didapat.

Barangkali, franchising bisa jadi niatan bagi yang ingin sukses di bisnis. Sebagian malah sudah ada yang sengaja mengembangkan bisnis bermacam-macam untuk difranchisekan. Dwi Putra Grup, misalnya, telah mengembangkan berbagai macam bisnis dari resto, cafe, dan beragam bisnis lain yang difranchisekan. Sebut saja Mr Baso, Rice Bowl, Cewi dan belakangan Cuppa Coffee yang sukses dibesut grup ini setelah dikembangkan dengan franchise. Alhasil, selain bisa membantu orang lain dalam membuka lapangan pekerjaan, bisnis franchise juga menghasilkan profit besar dari initial fee dan royalti.

Namun niat baik juga harus ada. Franchising bukan bisnis hit and run. Sudah dapat initial fee, tidak bertanggung jawab pada masa depan bisnis. Bisnis yang punya nilai sosial ini jangan sampai dicederai oleh niat buruk hanya ingin mendapatkan fee semata, tanpa tanggung jawab besar untuk membuat orang lain juga bisa untung.





waralaba pisang

About Franchisee



waralaba pisang
Peluang Bisnis Waralaba Pisang Goreng Kremes dan Crispy

Membeli warala menjadi pilihan bisnis yang menarik dibanding membuka usaha sendiri. Membuka usaha sendiri tingkat resikonya lebih besar, dibanding membuka usaha franchise. Pasalnya, ada faktor “Try and Error”. Jadi kemungkinan gagalnya juga relatif besar.

Membeli waralaba, resiko kegagalan dapat ditekan. Sebab, pemilik merek atau franchisor sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung kesuksesan investornya. Dari survey lokasi, produk, pemakaian merek, promosi, perizinan, SOP, dan lain sebagainya.

Lalu apa benefit membeli bisnis franchise? Pertanyaan ini sering dilontarkan banyak calon franchisee atau investor. Alasan utama franchisee membeli franchise adalah dari sebuah riset yang pernah kita lakukan 41% menjawab membeli franchise sama dengan membeli merek & sistem yang sudah teruji. Lalu 35% menjawab untuk investasi dengan return yang lebih tinggi dan hanya 18% dengan alasan ingin menjadi pengusaha.

Membeli franchise sejatinya terdiri dari dua pilihan. Pertama menjadi franchisee atau kedua menjadi master franchise. Menjadi franchisee adalah memiliki hak terhadap suatu merek bisnis tertentu untuk dikelola di suatu tempat namun tidak boleh menjual hak tersebut ke orang lain. Sedangkan master franchise adalah franchisee yang telah membeli hak eksklusifitas untuk wilayah atau area tertentu yang cukup luas, dimana master franchise mempunyai kewajiban untuk pengembangan outlet di wilayah tesebut dan mempunyai hak untuk menjual single unit franchise dengan berbagi macam keuntungan seperti: pembagian persentase atas komisi penjualan franchise (fee), royalty fee, marketing fee, dan juga bahkan merchandising profit.

Jika anda tertarik menjadi master franchise, disamping ada benefit yang didapatkan, anda juga mempunyai kewajiban yang tidak mudah dijalankan. Salah satu kewajiban inti master franchise (khususnya internasional) adalah menjalankan sistem dan operational sebagai seorang franchisor di wilayah yang dibeli, seperti rekrutmen franchisee, initial support, pre opening assistance, training, ongoing support, distribusi product, service, management,  marketing, dan lain sebagainya.

Pada umumnya franchisor membuka peluang master franchise dikarenakan: faktor distribusi product, sentral kitchen (F&B), faktor kontrolling (untuk outlet yang sangat banyak), dan lain sebagainya.

Bagi investor yang berminat untuk mengambil master franchise disarankan untuk berhati-hati, apakah merek usaha yang ditawarkan bisa dijalankan di area tersebut? Bagaimana dukungan marketing franchisor? Apakah teritory yang diberikan  cukup sebanding dengan potensial growth yang ada? Apakah master franchise fee yang dibayarkan mempunyai keuntungan yang cukup untuk balik modal? Janganlah teriming-iming dengan pembagian franchise fee, royalti fee, dan lain sebagainya, perhatikan jika memang faktor perluasan di area yang anda beli mempunyai potensi pasar yang cukup.

Peluang Bisnis Waralaba Pisang Goreng Kremes dan Crispy





waralaba pisang

 
Design by SQN community | UD. Pisang Ongol - Ongol | Made in Indonesia